Bank Rakyat Indonesia (BRI) aktif mendorong UMKM menjadi fondasi keuangan berkelanjutan di negara berkembang. Inisiatif ini muncul kuat pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos 2026. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menekankan peran strategis UMKM dalam transisi hijau dan pertumbuhan inklusif. UMKM mendominasi lebih dari 90 persen unit usaha di negara berkembang. Mereka ciptakan lapangan kerja, perkuat rantai pasok lokal, dan tingkatkan ketahanan ekonomi. BRI, dengan usia 130 tahun, desain khusus layani segmen mikro. Bank ini integrasikan inklusi keuangan dengan prinsip berkelanjutan. Tantangan utama: salurkan pembiayaan aman, efisien, dan skala besar. BRI atasi melalui digitalisasi dan kemitraan. Hasilnya, kredit UMKM capai 80,02 persen dari total portofolio hingga September 2025, setara Rp 1.150 triliun. Artikel ini jelajahi bagaimana BRI dorong UMKM keuangan berkelanjutan, berbasis fakta terkini.
Peran BRI dalam Keuangan Berkelanjutan
BRI berdiri sejak 1895, fokus utama layani masyarakat bawah. Evolusi jadi bank terbesar UMKM di negara berkembang. Pada WEF 2026, Hery Gunardi sampaikan visi. Ia katakan, “Tidak ada transisi hijau berhasil tanpa UMKM bergerak maju.” Forum ini bahas tantangan emerging markets. BRI posisikan sebagai anchor bank. Ini berarti jadi jembatan antara lembaga global dan kebutuhan lokal.
Selain itu, BRI terapkan prinsip ESG sejak lama. Keuangan berkelanjutan bukan tren baru bagi mereka. Integrasi ini jadi bagian operasi harian. Contoh, salurkan dana hijau ke sektor mikro. Pendekatan ini bantu negara berkembang capai target SDGs. BRI lihat UMKM sebagai kunci eksekusi, bukan sekadar komitmen.
Digitalisasi dorong transformasi. Teknologi bantu jangkau desa terpencil. Ini tingkatkan akses kredit tanpa agunan berat. Shift ke data-driven trust ganti model tradisional. Hasilnya, efisiensi naik dan biaya turun.
Pentingnya UMKM di Negara Berkembang
UMKM jadi tulang punggung ekonomi global, khusus di negara berkembang. Mereka kontribusi 50 persen PDB di banyak negara Asia dan Afrika. Ciptakan 70 persen lapangan kerja formal. Di Indonesia, UMKM serap 97 persen tenaga kerja. Namun, akses pembiayaan sering terbatas. Hanya 20 persen UMKM dapat kredit bank formal.
Oleh karena itu, dorong UMKM keuangan berkelanjutan vital. Mereka adaptasi praktik hijau lebih cepat. Contoh, petani kecil terapkan pertanian organik. Ini kurangi emisi karbon. UMKM juga perkuat ketahanan komunitas lawan perubahan iklim.
Di negara berkembang, UMKM hadapi risiko tinggi. Banjir atau kekeringan rusak usaha. Keuangan berkelanjutan bantu mitigasi. Berikan pinjaman untuk teknologi ramah lingkungan. Ini ciptakan siklus positif: usaha maju, lingkungan lestari.
Selanjutnya, UMKM dorong inovasi lokal. Mereka kembangkan solusi sesuai konteks budaya. Ini beda dari perusahaan besar yang sering impor teknologi.
Inisiatif Utama BRI untuk Pemberdayaan UMKM
BRI luncurkan beragam program tingkatkan kapasitas UMKM. Fokus integrasi keuangan berkelanjutan. Inisiatif ini bantu jutaan pelaku usaha.
Program Klaster Usaha: Klasterku Hidupku
Program ini bina 42.682 klaster usaha hingga 2025. Basis komunitas, dorong kolaborasi antar UMKM. Contoh, klaster petani kopi di Jawa. Mereka dapat pelatihan budidaya berkelanjutan. Hasilnya, produksi naik 30 persen tanpa rusak hutan.
BRI berikan akses kredit kelompok. Ini kurangi risiko individu. Tambah, kegiatan pemberdayaan capai 3.001 sesi. Topik: manajemen keuangan hingga pemasaran digital.
Digitalisasi dan Inklusi Keuangan
BRI gunakan teknologi perluas akses. Platform LinkUMKM layani 14,98 juta usaha. Fitur: konsultasi online, marketplace, dan tracking ESG. Pengguna catat emisi karbon usaha mereka.
Selain itu, app BRImo bantu transaksi cepat. Ini tingkatkan efisiensi 40 persen. Digitalisasi juga kumpul data untuk kredit berbasis AI. Kurangi waktu approval dari minggu ke hari.
Blended Finance dan Kemitraan Strategis
BRI mitra pemerintah dan multilateral. Salurkan blended finance campur dana publik-privat. Contoh, kerjasama dengan World Bank untuk proyek hijau UMKM. Ini bantu transisi energi terbarukan di pedesaan.
Kemitraan ini pastikan dana capai sektor prioritas. Seperti perempuan pengusaha atau usaha ramah lingkungan. Hasilnya, inklusi naik dan dampak sosial positif.
Dampak dan Pencapaian BRI dalam Keuangan Berkelanjutan
BRI capai milestone signifikan. Kredit UMKM Rp 1.150 triliun dorong pertumbuhan 8 persen di sektor mikro. Program Desa BRILiaN transformasi 1.000 desa jadi mandiri. Mereka terapkan energi surya dan pengelolaan sampah.
Di level global, partisipasi WEF 2026 angkat suara negara berkembang. Hery Gunardi tekankan eksekusi atas ambisi. Ini inspirasi bank lain ikuti model BRI.
Dampak sosial: kurangi kemiskinan di 5 juta rumah tangga. Lingkungan: dukung 500.000 hektar lahan berkelanjutan. Ekonomi: tingkatkan ekspor UMKM 15 persen melalui jaringan internasional.
Contoh sukses: UMKM makanan olahan di Bali. Dapat pinjaman hijau, mereka ganti kemasan plastik jadi biodegradable. Penjualan naik 50 persen.
Tantangan dalam Mewujudkan Keuangan Berkelanjutan melalui UMKM
Negara berkembang hadapi hambatan besar. Regulasi sering tak selaras dengan kebutuhan UMKM. Contoh, aturan ESG rumit buat usaha kecil.
Selain itu, literasi keuangan rendah. Banyak pelaku tak paham manfaat praktik berkelanjutan. BRI atasi dengan pelatihan gratis.
Risiko iklim tambah kerentanan. Banjir hancurkan aset UMKM. Solusi: asuransi mikro terintegrasi kredit.
Skala besar jadi isu. Salurkan dana efisien ke jutaan UMKM butuh infrastruktur kuat. Digitalisasi jawab ini, tapi akses internet di pedesaan masih terbatas.
Terakhir, kolaborasi global kurang. Bank internasional fokus kota besar. BRI dorong kemitraan untuk isi gap ini.
Prospek Masa Depan Keuangan Berkelanjutan dengan Peran UMKM
Ke depan, BRI rencana ekspansi program. Target bina 50.000 klaster baru hingga 2030. Integrasi AI untuk prediksi risiko ESG.
Di negara berkembang, UMKM akan dominasi transisi hijau. Prediksi: kontribusi mereka ke ekonomi hijau capai 30 persen pada 2040.
BRI dorong UMKM keuangan berkelanjutan melalui inovasi. Kolaborasi dengan fintech tingkatkan kecepatan. Contoh, blockchain untuk tracking supply chain berkelanjutan.
Pemerintah dukung dengan kebijakan insentif. Pajak rendah untuk UMKM hijau. Ini percepat adopsi.
Akhirnya, edukasi generasi muda vital. BRI luncurkan program sekolah untuk literasi keuangan berkelanjutan.
Kesimpulan: Wujudkan Keuangan Berkelanjutan Bersama BRI dan UMKM
BRI dorong UMKM jadi fondasi keuangan berkelanjutan di negara berkembang melalui inisiatif inovatif. Dari digitalisasi hingga kemitraan, bank ini ciptakan dampak nyata. Pencapaian seperti kredit triliunan dan program klaster bukti komitmen. Tantangan ada, tapi solusi seperti teknologi jawabnya. Masa depan cerah dengan UMKM sebagai motor pertumbuhan inklusif. Pelaku usaha, manfaatkan program BRI sekarang. Mulai langkah berkelanjutan untuk usaha Anda hari ini.
