Anggota Panitia Seleksi Deputi Kemenpora: Profil Lengkap dari Profesional hingga Akademisi

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Proses ini libatkan panitia seleksi deputi Kemenpora yang terdiri dari lima anggota berlatar belakang beragam. Mereka wakili unsur pemerintah, profesional, dan akademisi. Tujuannya pastikan penilaian transparan, obyektif, serta akuntabel. Pansel diketuai Gunawan Suswantoro, Sesmenpora RI. Anggota lain termasuk Amperawan, Rabin Indrajad Hattari, Susyanto, dan Chandra Hamzah. Inisiatif ini buka peluang bagi ASN maupun non-ASN majukan olahraga nasional. Seleksi ini jadi langkah strategis tingkatkan industri olahraga Indonesia. Artikel ini sajikan profil mendalam anggota pansel, latar belakang proses, peran mereka, serta dampaknya. Anda akan dapatkan wawasan komprehensif tentang bagaimana panitia seleksi deputi Kemenpora bentuk masa depan olahraga tanah air.

Latar Belakang Seleksi Terbuka Deputi Kemenpora

Seleksi terbuka ini muncul dari kebutuhan tingkatkan kualitas kepemimpinan di Kemenpora. Posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga jadi kunci dorong pertumbuhan ekonomi melalui olahraga. Kebijakan ini sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Ini izinkan non-ASN ikut serta.

Pansel bentuk berdasarkan Keputusan Menpora RI Nomor 207 Tahun 2025. Tujuannya rekrut pemimpin kapabel. Proses ini tingkatkan transparansi di sektor publik. Olahraga Indonesia butuh inovasi, terutama pasca pandemi.

Selain itu, libatkan beragam unsur cegah bias. Profesional bawa pengalaman praktis. Akademisi tambah perspektif ilmiah. Pejabat pastikan keselarasan kebijakan negara.

Dampak jangka panjang: Industri olahraga kontribusi PDB naik. Contoh, event internasional seperti Asian Games dorong investasi.

Profil Anggota Panitia Seleksi Deputi Kemenpora

Pansel punya komposisi seimbang. Lima anggota miliki rekam jejak impresif. Mereka nilai kandidat berdasarkan kompetensi, integritas, visi.

Gunawan Suswantoro: Ketua Pansel dengan Pengalaman Birokrasi Kuat

Gunawan Suswantoro jabat Sesmenpora RI sejak 2022. Ia ketuai pansel ini. Karir mulai 1993 sebagai staf Biro Hukum Kemendagri. Kemudian, jadi Sekjen Bawaslu sejak 2009.

Prestasi: Bawaslu perbaiki kinerja birokrasi di bawahnya. Di Kemenpora, ia bawa penghargaan seperti Government Social Media Awards 2025. Ini tunjuk kemampuan manajemen.

Latar pendidikan: Sarjana Hukum Tata Negara. Pengalaman ini buat ia ahli tata kelola pemerintahan.

Amperawan: Ahli Pembangunan Manusia dari Kemensetneg

Amperawan jabat Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat di Kemensetneg RI. Lahir 1966 di Tanjung Karang. Karir: Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan dua kali.

Ia juga Komisaris Telin sejak 2025. Pengalaman ini bawa wawasan kebijakan sosial.

Fokus: Pengendalian sampah plastik dan isu lingkungan. Ini relevan untuk olahraga berkelanjutan.

Rabin Indrajad Hattari: Pakar Ekonomi dengan Pengalaman Global

Rabin Indrajad Hattari jabat Sekretaris Kementerian BUMN sejak 2023. PhD Economics dari George Mason University. Sarjana Economics dan Mathematics dari University of Georgia 1996.

Karir: Analis di World Bank dan IMF di Washington DC. Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia sejak 2020.

Publikasi: Banyak buku dan jurnal ilmiah. Pengalaman ini bantu nilai aspek ekonomi industri olahraga.

Susyanto: Profesional Hukum dan Manajemen BUMN

Susyanto wakili unsur profesional. Karir: Posisi strategis di Kementerian ESDM. Sekretaris Kementerian BUMN. Komisaris Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia.

Keahlian: Hukum, barang milik negara, manajemen BUMN. Ini tambah nilai etika dan governance.

Pengalaman luas buat ia ahli transformasi perusahaan negara.

Chandra Hamzah: Akademisi Hukum dengan Rekam Integritas

Chandra Hamzah wakili akademisi. Lahir 1967. Mantan komisioner KPK. Co-founder Assegaf Hamzah & Partners.

Karir: Pengacara, pengajar STH Indonesia Jentera. Empat lisensi hukum. Lawan korupsi gigih.

Reputasi: Respek tinggi di komunitas hukum Indonesia.

Peran Panitia Seleksi dalam Proses Penilaian

Pansel nilai kandidat melalui tahap administrasi, uji kompetensi, wawancara. Mereka pastikan kriteria terpenuhi.

Ketua koordinasi. Anggota beri masukan bidang masing-masing. Contoh, Rabin nilai aspek ekonomi.

Proses transparan: Publikasi hasil tahap demi tahap. Ini kurangi nepotisme.

Tantangan: Pastikan inklusivitas gender dan daerah.

Dampak Seleksi Ini bagi Industri Olahraga Indonesia

Seleksi ini dorong inovasi. Deputi baru bisa kembangkan sponsorship, infrastruktur.

Contoh sukses: Program serupa di kementerian lain tingkatkan efisiensi.

Jangka panjang: Olahraga jadi industri unggulan. Kontribusi ekonomi capai triliunan.

Masyarakat untung: Event lebih banyak, lapangan kerja naik.

Tantangan dan Rekomendasi untuk Proses Seleksi

Tantangan: Minat kandidat rendah jika proses rumit. Rekomendasi: Simplifikasi aplikasi online.

Pastikan diversity di pansel tingkatkan kredibilitas.

Monitoring independen bantu cegah konflik kepentingan.

Masa Depan Kepemimpinan di Kemenpora

Inisiatif ini model bagi kementerian lain. Dorong meritokrasi.

Harapan: Deputi baru bawa visi global, seperti Olimpiade 2032.

Kolaborasi pansel ciptakan pemimpin visioner.

Kesimpulan: Dukung Transparansi di Sektor Olahraga

Panitia seleksi deputi Kemenpora wakili keberagaman expertise. Dari Gunawan Suswantoro hingga Chandra Hamzah, mereka pastikan proses adil. Inisiatif ini majukan olahraga nasional. Pantau perkembangan seleksi. Ikut serta jika memenuhi syarat. Bersama, bangun industri olahraga kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *