Libur Lebaran selalu menjadi momen spesial bagi pecinta film di Indonesia. Tahun 2026, bioskop akan dipenuhi enam film lokal berkualitas yang tayang bersamaan mulai 18 Maret 2026. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan Lebaran 2025 yang hanya lima film. Persaingan ketat ini membuat aktor Reza Rahadian berkomentar, “Waduh, 6 film itu akan jadi isu tersendiri tuh. Karena gini, 5 aja udah berat.” Meski tantangan pembagian layar besar, absennya film asing memberikan kesempatan bagi film Indonesia bernapas lebih panjang. Keenam film ini menawarkan genre beragam, mulai dari horor hingga drama keluarga. Mereka tidak hanya menghibur, tapi juga membawa cerita relevan untuk ditonton bersama keluarga.
Mengapa Film Tayang Lebaran 2026 Begitu Dinanti
Lebaran identik dengan kebersamaan keluarga. Bioskop menjadi pilihan hiburan utama selama libur panjang. Tahun ini, rumah produksi besar seperti MD Pictures, Visinema, dan Soraya Intercine Films menyiapkan karya terbaik. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk menarik jutaan penonton. Sukses Jumbo pada Lebaran 2025 membuktikan bahwa film keluarga bisa mencatat rekor box office. Enam film tayang Lebaran 2026 membawa variasi genre, sehingga setiap anggota keluarga menemukan tontonan favorit. Persaingan ini justru meningkatkan kualitas produksi secara keseluruhan.
Daftar Lengkap 6 Film Tayang Lebaran 2026
Berikut ulasan mendalam untuk setiap film. Setiap judul memiliki cerita unik, pemeran ternama, dan potensi menarik perhatian penonton.
1. Danur: The Last Chapter – Penutup Saga Horor Populer

Film horor ini menjadi penutup seri Danur yang telah menghibur jutaan penonton. Prilly Latuconsina kembali berperan sebagai Risa. Ia berusaha menutup gerbang komunikasi dengan hantu setelah bertahun-tahun. Namun, adiknya Riri (Zee Asadel) mulai berubah aneh menjelang pernikahan. Kejadian mistis muncul, termasuk pengalaman kematian berulang. Sutradara Awi Suryadi memimpin produksi MD Pictures ini. Film menjanjikan ketegangan klimaks dan penjelasan akhir misteri Peter Cs. Horor psikologisnya cocok untuk penggemar genre yang ingin akhir memuaskan.
2. Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa – Dendam dan Cinta dalam Horor Klasik

Luna Maya memerankan Suzzanna dalam sekuel ketiga seri ikonik ini. Cerita berfokus pada dendam Suzzanna atas kematian ayahnya akibat santet Bisman (Clift Sangra). Ia mempelajari ilmu hitam untuk balas dendam. Namun, cinta pada Pramuja (Reza Rahadian) memaksa pilihan sulit antara kebencian dan kasih. Soraya Intercine Films memproduksi film ini dengan nuansa horor klasik Indonesia. Reza Rahadian, yang terlibat langsung, menyoroti persaingan ketat. Film ini menawarkan aksi, romansa, dan elemen mistis yang kuat.
3. Na Willa – Kisah Hangat Keluarga Era 1960-an

Film ini mengadaptasi novel karya Reda Gaudiamo. Ryan Adriandhy menyutradarai produksi Visinema Pictures. Luisa Adreena berperan sebagai Willa, gadis kecil di gang Surabaya tahun 1960-an. Dunianya penuh keajaiban sederhana seperti lagu radio dan petualangan bersama teman. Perlahan, perubahan datang dan mengajarkan makna tumbuh dewasa. Cerita menekankan keberanian menghadapi perubahan serta nilai kemanusiaan. Cocok ditonton keluarga karena nuansa hangat dan nostalgia. Film ini mengingatkan pentingnya perspektif anak dalam melihat dunia.
4. Pelangi di Mars – Petualangan Sci-Fi untuk Semua Usia

Genre fiksi ilmiah jarang muncul di bioskop Indonesia. Pelangi di Mars membawanya dengan cerita imajinatif. Berlatar tahun 2090, air di Bumi langka karena monopoli Nerotex. Pelangi (Messi Gusti), manusia pertama lahir di Mars, bertemu robot rusak. Mereka mencari Zeolith Omega untuk memurnikan air Bumi. Mahakarya Pictures memproduksi film ini dengan sutradara yang fokus pada nilai keluarga dan mimpi. Lutesha turut membintangi. Film ini mengajak penonton bermimpi besar sambil menikmati visual luar angkasa.
5. Senin Harga Naik – Drama Komedi tentang Ikatan Ibu-Anak

Nadya Arina berperan sebagai Mutia, anak yang ingin sukses mandiri setelah sering bertengkar dengan ibunya Retno (Meriam Bellina). Ia pergi meninggalkan rumah, tapi tiga tahun kemudian kembali karena tantangan kerja. Dinna Jasanti menyutradarai produksi Starvision Plus ini. Cerita mengangkat konflik generasi, perjuangan karier, dan rekonsiliasi keluarga. Humor ringan menyertai drama emosional. Film ini relevan bagi penonton urban yang sering menghadapi dinamika serupa.
6. Tunggu Aku Sukses Nanti – Perjuangan Mencapai Impian

Film drama ini dibintangi Ardit Erwandha sebagai Arga, pemuda sederhana yang bekerja keras mengejar mimpi. Meski menghadapi keterbatasan, ia tetap gigih. Naya Anindita menyutradarai dengan naskah Evelyn Afnilia, kolaborasi sebelumnya di Komang. Pemeran pendukung termasuk Niniek L. Karim dan Afgansyah Reza. Produksi Rapi Films menyoroti nilai ketekunan dan dukungan keluarga. Film ini menginspirasi generasi muda untuk terus berjuang tanpa menyerah.
Apa yang Membuat 6 Film Ini Layak Ditonton Bersama Keluarga
Keenam film tayang Lebaran 2026 menawarkan pengalaman beragam. Dua horor memberikan adrenalin, sementara sisanya menghadirkan kehangatan dan inspirasi. Persaingan ketat justru memaksa setiap produksi meningkatkan kualitas. Penonton bisa memilih sesuai selera, dari ketegangan mistis hingga cerita haru. Momen Lebaran menjadi waktu ideal menikmati film bersama orang terkasih.
Kesimpulan: Siapkan Jadwal Bioskop Anda
Enam film tayang Lebaran 2026 siap memenuhi bioskop Indonesia dengan cerita berkualitas. Dari horor hingga sci-fi, setiap judul membawa nilai tambah. Komentar Reza Rahadian mengingatkan betapa sengit persaingannya. Namun, ini juga peluang besar bagi industri film lokal. Segera catat tanggal 18 Maret 2026 dan pilih film favorit Anda. Mana yang akan Anda tonton pertama kali?